Izin Kilat - yogi BlogKBLI 2020: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menentukan Kode Usaha di OSS

KBLI 2020: Pengertian, Fungsi, dan Cara Menentukan Kode Usaha di OSS

Ditulis:
Diperbarui:
judul title
Caption title

Panduan Lengkap KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia): Pengertian, Fungsi, dan Cara Cek Kode

Ketika Anda hendak membuka usaha, baik itu PT, CV, atau Perorangan, Anda pasti akan berhadapan dengan istilah KBLI. Tanpa kode ini, Anda tidak bisa mengurus izin usaha (NIB) di sistem OSS.

Singkatnya, KBLI adalah "kode identitas" bisnis Anda di mata pemerintah. Salah memilih kode bisa berakibat izin ditolak atau perpajakan yang tidak sesuai. Simak panduan lengkapnya di bawah ini.

1. Apa Itu KBLI?

KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah sistem pengklasifikasian aktivitas/kegiatan ekonomi Indonesia yang menghasilkan produk/output, baik berupa barang maupun jasa, berdasarkan lapangan usaha.

Sistem ini dirancang untuk menyeragamkan konsep, definisi, dan klasifikasi lapangan usaha dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Bagi pemerintah, ini berguna untuk statistik dan kebijakan. Bagi pengusaha, ini adalah syarat mutlak legalitas.

2. Dasar Hukum KBLI di Indonesia

Penggunaan KBLI tidak sembarangan, melainkan diatur ketat oleh regulasi berikut:

  • Peraturan Kepala BPS No. 19 Tahun 2017: Tentang perubahan KBLI 2015 menjadi KBLI 2017.
  • Peraturan BPS No. 2 Tahun 2020: Tentang Standar Klasifikasi Usaha Indonesia (KBLI 2020).
Update Penting: Saat ini sistem OSS RBA menggunakan rujukan KBLI 2020 yang memuat lebih dari 200 kode 5 digit baru untuk mengakomodasi bisnis modern dan digital.

3. Fungsi dan Kegunaan KBLI

Mengapa KBLI sangat krusial? Berikut adalah fungsi utamanya bagi negara dan pelaku bisnis:

  1. Syarat Legalitas (NIB): Menentukan izin usaha apa yang diperlukan (Resiko Rendah, Menengah, atau Tinggi) dalam sistem OSS RBA.
  2. Basis Perpajakan (NPWP): Menentukan kualifikasi wajib pajak dan jenis pajak yang dikenakan.
  3. Statistik Ekonomi: Membandingkan data ekonomi tingkat nasional dengan negara lain.
  4. Penentuan Kualifikasi Tender: Menjadi syarat administratif dalam lelang proyek pemerintah atau swasta.
  5. Integrasi Data: Memudahkan pertukaran informasi antar institusi dalam dan luar negeri.

4. Daftar Kategori KBLI (A-U)

Struktur KBLI dibagi menjadi beberapa kategori alfabetis. Berikut adalah tabel ringkas untuk membantu Anda menemukan sektor usaha Anda:

Kode Deskripsi Sektor Usaha
APertanian, Kehutanan, dan Perikanan
BPertambangan dan Penggalian
CIndustri Pengolahan (Manufaktur)
DPengadaan Listrik, Gas, Uap/Air Panas
FKonstruksi
GPerdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil/Motor
HPengangkutan dan Pergudangan
IPenyediaan Akomodasi dan Makan Minum
JInformasi dan Komunikasi
KAktivitas Keuangan dan Asuransi
MAktivitas Profesional, Ilmiah, dan Teknis

(Tabel di atas hanya menampilkan kategori umum yang sering digunakan).

5. Cara Mencari Kode KBLI 5 Digit

Dalam pengurusan izin, Anda wajib menemukan kode spesifik 5 digit. Berikut cara membacanya:

  1. Cari Kategori Pokok (2 Digit): Misal, Perdagangan Besar (46).
  2. Spesifikasikan (3-4 Digit): Perdagangan Besar Makanan (463).
  3. Kode Final (5 Digit): Misal, 46339 (Perdagangan Besar Makanan dan Minuman Lainnya).

Kesimpulan

Menentukan KBLI adalah langkah pertama yang tidak boleh salah dalam pendirian PT atau CV. Kesalahan kode dapat menyebabkan ketidaksesuaian saat audit pajak atau saat mengajukan tender proyek.

Bingung Memilih KBLI yang Tepat?

Jangan ambil risiko. Konsultasikan jenis usaha Anda, dan kami akan bantu pilihkan KBLI yang paling sesuai dengan target bisnis Anda.

Hubungi WhatsApp: 0811-878-400

Penulis: Kurniawan